Kroasia, Tim Kuda Hitam yang (Seharusnya) Bukan Lagi Kuda Hitam
Kroasia seperti diperlakukan tidak adil. Meski berstatus finalis Piala Dunia 2018, Kroasia datang ke Piala Dunia 2022 hanya dengan status tim kuda hitam.
Namun, tim kuda hitam mana yang justru mencapai semifinal dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun? Kira-kira itulah yang ada dalam pikiran Luka Modric.
Sejak edisi terakhir, Kroasia tak sedikit pun mendapatkan judi bola kepercayaan dari publik untuk bisa mencapai empat besar. Kroasia kemudian menumbangkan semua prediksi tersebut, bahkan melampauinya.
Kroasia mengakhiri Piala Dunia 2018 dengan status runner-up. Kemudian di Piala Dunia 2022, Kroasia setidaknya telah mengamankan status semifinalis.
Tak Pernah Diperhitungkan
Modric bercerita tentang perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2022 yang penuh dengan ketidakpercayaan dari publik. Kroasia hanya diperhitungkan lolos dari fase grup bersama Belgia. Walaupun hanya Kroasia sendiri yang akhirnya lolos.
Bermain dalam kondisi tidak dipercaya seperti itu bukanlah sesuatu yang mudah bagi pemain Real Madrid tersebut. “Semua orang yang menjadi lawan kami selalu menjadi yang lebih favorit,” kata Modric di laman resmi FIFA.
Kapten Kroasia itu pada akhirnya terbiasa dengan label kuda hitam yang terus-terusan melekat. “Kami harus akui kami adalah negara kecil dan kami sudah terbiasa dengan itu,” kata dia.
Namun, Kroasia jelas tidak bisa terus-terusan dikerdilkan oleh banyak orang. Ada banyak pembuktian yang sudah ditunjukkan Kroasia.
Finalis Piala Dunia 2018 dan (sementara) semifinalis Piala Dunia 2022 adalah dua bukti yang paling tampak. Selain itu, Kroasia juga berhasil menembus empat besar UEFA Nations League 2023.
“Jika memang kami harus menderita lebih dulu, maka itu akan jauh lebih baik dengan bisa menang di akhir pertandingan,” ucap Modric HOTEL TRANSVANIA.

Comments
Post a Comment